Komponen Elektronika (LCD TV)
Komponen elektronik oleh sebagian besar industri produksi, tersedia dalam bentuk tunggal dan tidak harus binggung dengan elemen listrik, yang merupakan abstraksi konseptual mewakili komponen elektronik ideal.
Komponen elektronik mempunyai dua atau lebih terminal listrik (atau arahan). Terminal ini dipakai untuk terhubung, biasanya disolder ke papan rangkaian PCB. Untuk membuat suatu rangkaian elektronik dengan fungsi tertentu (misalnya amplifier, osilator atau penerima radio).
1. Surface-Mount Technologi (SMT)
Surface-mount technology (SMT) adalah sebuah metode untuk membuat rangkaian elektronik dimana komponen yang dipasang atau ditempatkan langsung ke permukaan papan rangkaian cetak (PCB). Sebuah perangkat elektronik sehingga membuat disebut sebagai Surface-Mount Device untuk perangkat yang bersangkutan.Dalam industri penemuan ini telah menggantikan metode teknologi kontruksi melalui lubang dimana kawat komponen mengarah ke lubang dipapan rangkaian. Kedua teknologi bisa digunakan pada papan yang sama tetapi untuk beberapa komponen tidak cocok untuk permukaan mount SMT seperti transformator dan semikonduktor daya yang panas.
Komponen SMT biasanya lebih kecil daripada rekan lamanya melalui lubang dan karena SMD mempunyai ujung yang kecil maka hampir atau tidak ada petunjuk sama sekali.


Membuka dan mengganti komponen dari peralatan seperti ini adalah jauh lebih sulit dan membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi.

2. Sekring (Fuse)
Dalam elektronika dan teknik listrik, fuse atau sekring dalam bahasa Perancis, fuso dari Italia, adalah jenis resistor dengan resistansi rendah yang bertindak sebagai perangkat pemutus arus untuk memberikan proteksi dalam rangkaian dari beban berlebihan.Komponen penting ini terbuat dari kawat logam atau strip yang bisa meleleh bila terlalu banyak arus berlebih yang mengganggu rangkaian. Konsleting atau short, beban berlebihan atau kegagalan perangkat adalah alasan utama mengapa arus sering putus.
Sebuah sekring biasanya dibuat memakai strip logam tipis atau filamen terbungkus dalam kaca dengan pelindung transparan atau penutup plastik. Setiap ujung strip logam ini terhubung ke terminal yang terpisah diluar sekring, dan termial eksternal ini pada giliranya terhubung ke rangkaian yang dilindungi. Semua arus listrik yang mengalir melalui rangkaian akan melewati strip tunggal logam ini.

3. Switch / Sakelar

Sakelar adalah suatu perangkat elektronika yang dipakai untuk memutuskan dan atau menghubungkan jaringan sebuah aliran listrik. Jadi sakelar pada dasarnya adalah alat pemutus atau penyambung aliran listrik. Dalam sebuah rangkaian atau bisa juga mengalihkan dari satu konduktor ke yang lain.
Selain untuk jaringan arus kecil atau lemah, sakelar juga ada yang berbentuk besar biasanya digunakan untuk komponen elektronika arus kuat.
Sederhananya sebuah sakelar terdiri dari dua buah logam yang terdapat pada suatu rangkaian, dan bisa terputus atau terhubung tergantung keadaan kalau sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian tersebut.
Material kontak sambungan anti korosi biasanya dipakai agar tahan terhadap korosi. Kalau logam yang digunakan terbuat dari bahan oksida biasa, akan membuat sakelar sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi tersebut, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti karat dan anti korosi.


4. Osilator Kristal

Sebuah Osilator kristal adalah rangkaian osilator elektronik yang memakairesonansi mekanik dari kristal bergetar dengan bahan piezoelektrik untuk menghasilkan sinyal listrik dengan frekuensi yang sangat tepat.
Frekuensi ini biasanya dipakai untuk melacak waktu (seperti pada jam tangan kuarsa), untuk memberikan sinyal clock yang stabil pada IC dan untuk menstabilkan frekuensi pada pemancar dan penerima radio.
Jenis yang paling umum dari piezoelektrik resonator yang dipakai adalah kristal kuarsa, sehingga rangkaian osilator menggabungkan mereka menjadi osilator kristal, tetapi bahan piezoelektrik lainya termasuk keramik polikristalin dipakai dalam rangkaian yang sama.

Osilator kristal merupakan osilator frekuensi tetap yang mana stabilitas dan akurasi adalah pertimbangan utama. Misalnya mustahil untuk merancang stabil dan akuran osilator LC untuk HF atas dan frekuensi yang tinggi tanpa harus memakai semacam kontrol kristal.

5. Transformator (TRAFO)

Transformator atau lebih populer disebut dengan nama “trafo” adalah sebuah alat elektronika yang berfungsi memindahkan energi dari satu rangkaian elektronik ke rangkaian lainya melalui pasangan magnet.
Trafo memiliki dua bagianya yaitu bagian input (primer) dan bagian output (sekunder). Pada bagian input/primer dan output/sekunder terdiri dari lilitan-lilitan tembaga.
Pada bagian primer, tegangan yang masuk dinamakan tegangan primer (Vp), dan dengan lilitanya yang dinamakan lilitan primer (Np). Sedangkan pada bagian sekunder tegangan yang masuk dinamakan tegangan sekunder (Vs) dengan lilitanya dinamakan dengan lilitan sekunder (Ns).
Sehingga dihasilkan hubungan bahwa :
Keterangan :
Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer (lilitan)
Ns = jumlah lilitan sekunder (lilitan)
Is = arus primer (ampere)
Ip = arus sekunder (ampere)
Jenis-macam Trafo atau Transformator :
- Trafo Step down dipakai guna menurunkan tegangan
- Trafo Step up dipakai guna menaikkan tegangan
- Adaptor dipakai guna merubah arus AC (alternating current) menjadi DC (direct current)
- Trafo input
- Trafo output
- Trafo filter
- Dan masih banyak lagi..
6. Trafo kopel

Seperti pada suatu power trafo, primer dan sekunder bisa digulung secara terpisah atau bisa juga digulung secara tersusun. Suatu trafo dengan tap jika gulungan sebelum tap dan sesudah tap symetris biasanya dinamakan bifilar, jika diberi dua tap dinamakan trifilar.
Cara penggulungan trafo bripilar dilakukan dengan menumpuk dua kawat dan digulung bersama-sama, lalu kedua ujungnya dihubungkan kembali (disolder). Penyambungan dilakukan sehingga kedua gulungan sebelum dan sesudah tap memiliki arah gulungan yang sama. Begitu juga untuk trifilar, dilakukan dengan menumpuk tiga kawat.
7. Kumparan (coil)

Kumparan atau Coil adalah gulungan kawat diatas suatu inti. Banyaknya tergantung pada kebutuhan, yang biasanya dipakai pada radio adalah inti ferit dan inti udara. Coil juga bisa disebut induktor, nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H).
Pada pesawat radio, coil dipakai :
1. Sebagai kumparan redam
2. Sebagai pengatur frekuensi
3. Sebagai filter
4. Sebagai alat kopel (penyambung)
8. Coil Variabel (kumparan tidak-beraturan)

(baca selengkapnya... Komponen Induktor, Coil, Choke)
9. Relay

Relay adalah suatu switch yang bisa digerakkan secara elektris, dalam rangkaian pesawat radio transceiver dipakai untuk merubah aliran listrik dari bagian receiver ke bagian transceiver dan merubah antena dari receive ke transmitter.
10. Microphone

11. Speaker

12. Coaxial Cable (kabel koaksial)

Untuk menghubungkan transmiter dengan antena bisa memakai kabel coaxial atau twin lead, kabel coaxial juga lebih mudah dipakai dan banyak dijual di pasaran. Sebuah parameter penting dari sebuah kabel coaxial adalah impedansinya, yang dinyatakan dalam satuan Ohm.
Dalam kabel coaxial terdapat dua konduktor, satu berada ditengah disebut inner dan yang satunya lagi menyelubungi konduktor yang ditengah tadi yang disebut outer, outer ini disambungkan dengan ground.
Kabel coaxial yang banyak di jual dipasaran dikenal dengan nomor seri RG8/U dengan diameter luar 10.3 MM dan RG58A/U dengan diameter luar 5 MM, masing-masing memiliki impedansi 50 Ohm.
Komponen Aktif Radio
Komponen aktif banyak dipakai di perangkat radio, komponen tersebut biasanya merupakan komponen semikonduktor. Komponen disebut semikonduktor karena bahan utama yang digunakan untuk membuatnya adalah bahan semikonduktor istilahnya adalah sebuah bahan yang bisa bersifat konduktor dan bisa juga bersifat isolator.Dengan perkembangan zaman yang cepat ditemukan bahan-bahan semikonduktor baru seperti silikon, germanium, dan sebagainya. Dan juga pengetahuan tentang sifat-sifatnya, yang memberikan era baru bagi perkembangan peralatan komunikasi seperti radio.
Teknologi radio dengan tabung-tabung elektron, sedikit demi sedikit ditinggalkan dan diperbarui dengan komponen semikonduktor yang kecil, ringan dan lebih hemat daya. Teknologi material sekarang ini yang terintregrasi dengan perkembangan teknologi peroketan memberi peluang melajunya perkembangan dibidang satelit.
Satelit bisa memuat berbagai macam peralatan elektronik yang canggih-canggih dengan sumber daya dari solar cell yang beratnya tidak terlalu besar.